Evaluasi Atas LTTI 2.9
Evaluasi Atas LTTI 2.9
---
Evaluasi LTTI 2.9
Keberhasilan LTTI (Yang patut diakui)
Aspek
- Keberhasilan LTTI
- Bukti dari dokumen
Fondasi bahasa
- Kembali ke teks Ibrani (Keluaran 3:14-15) sebagai pusat
- Aks 1: "Ehyeh asher ehyeh" bukan "Aku ADA" yang statis
Kategori utama
- Mengganti substansi (kata benda) dengan gerakan (kata kerja)
- Aks 2: "Satu gerakan kekal kemahakuasaan kasih"
Dinamika relasi
- Bukan substansi statis, tetapi becoming vs being
- Aks 7: Asher (being) dan Ehyeh (becoming)
Logika relasional
- "Pangkuan" (Yohanes 1:18) sebagai metafora utama, bukan substansi
- Aks 1f.E: Logika pangkuan intra-Trinitas
Penolakan eksplisit
- Menolak ousia, homoousios, substansi, dwi-natur Yunani
- Aks 12, 12b, 19b
Konsep dosa
- Dosa sebagai pemutusan relasi, bukan pelanggaran hukum
- Aks 8n: Dosa = keraguan & apathy, bukan sekadar aturan
---
Kelemahan LTTI
(Dari kriteria "tanpa keluar dari kerangka Ibrani")
Masalah
- Penjelasan
- Bukti dalam LTTI
Masih menjawab pertanyaan Yunani
- LTTI masih bertanya "bagaimana satu hakikat dalam tiga Pribadi?"—pertanyaan yang tidak ada dalam Alkitab
- Aks 4, 6, 17a secara eksplisit merumuskan "satu dalam gerakan, tiga dalam Pribadi"
Struktur satu-tiga tetap dipertahankan
- Meskipun kata diganti, kerangka logis Nicea (satu-tiga) tetap utuh
- Seluruh Core dibangun di atas keharusan menjawab "bagaimana bisa satu dan tiga?"
Istilah "Pribadi" dipertahankan
- LTTI mendefinisikan ulang "Pribadi" tetapi tetap menggunakannya
- Aks 11b: mempertahankan istilah "Pribadi" untuk kontinuitas
Masih berbicara tentang "hakikat"
- Meskipun didefinisikan ulang sebagai "gerakan", kategori "hakikat" tetap dipakai
- Aks 2, 4: "esa dalam hakikat", "kesatuan hakikat"
Masih berusaha menyatukan secara sistematis
- Alkitab tidak pernah menyatukan Bapa, Putra, Roh ke dalam satu kerangka ontologis; ia hanya menyatakan mereka dalam tindakan
- LTTI sebagai sebuah teologi
---
Masalah Paling Fundamental
LTTI 2.9 masih menjawab pertanyaan "Bagaimana?" — bukan hanya "Siapa?" dan "Apa yang Engkau perbuat?"
Pertanyaan Ibrani (Alkitab)
-Pertanyaan Yunani (yang dijawab LTTI)
"Siapa Engkau, YHWH?"
- "Apakah hakikat Allah?"
"Apakah Engkau setia?"
- "Bagaimana satu hakikat bisa tiga Pribadi?"
"Apa yang telah Engkau perbuat?"
- "Bagaimana relasi Asher dan Ehyeh?"
"Dimanakah kami dapat bertemu Engkau?"
- "Apa peran Roh dalam naungan?"
LTTI melakukan lompatan yang tidak dilakukan Alkitab: Alkitab tidak pernah merumuskan "satu dalam gerakan, tiga dalam Pribadi" sebagai pernyataan tentang hakikat Allah. Alkitab hanya menyatakan tindakan dan relasi Allah secara konkret.
---
Kesimpulan Akhir
LTTI 2.9 dapat dinilai sebagai:
1. Upaya terbaik yang pernah ada untuk menjembatani kesenjangan antara pemikiran Ibrani dan pertanyaan Yunani—tanpa meninggalkan Alkitab.
2. Lebih alkitabiah daripada Trinitas klasik karena fondasinya pada Keluaran 3:14-15 dan penolakan eksplisit terhadap substansi.
Komentar
Posting Komentar