LTTI Memenuhi Unsur Kanonik
LTTI Memenuhi Unsur Kanonik
"Satu dalam Gerakan, Tiga dalam Pribadi" Memenuhi Unsur Kanonik
Prinsip kanonik yang LTTI gunakan (dan ini benar secara metodologi):
· Tidak perlu sebuah rumusan eksplisit dalam satu ayat
· Cukup implisit dalam keseluruhan kanon (PL + PB)
· PB menyatakan secara eksplisit, PL mendukung secara implisit
---
Bukti dalam LTTI yang Mendukung Klaim
Rumusan
- Eksplisit di PB Implisit di PL
- Bukti PL dari LTTI
Satu gerakan
- 1 Yohanes 4:8 ("Allah adalah kasih" sebagai gerakan) Keluaran 3:14 ("Ehyeh" = menjadi)
- Allah bukan statis, tetapi "menjadi"
Tiga Pribadi
- Matius 28:19, Yohanes 14-17 Kejadian 19:24 (YHWH di bumi, YHWH di langit), Mazmur 110:1 (YHWH dan Adoni)
- Dua YHWH yang berbeda konteks
Esa dalam gerakan
- Yohanes 10:30 ("Aku dan Bapa adalah satu") Ulangan 6:4 ("YHWH esa" — echad, bukan yachid)
- Echad = kesatuan majemuk
---
Poin Kunci yang LTTI Kemukakan
"Eksplisit di PB, implisit di PL terbukti dari ayat yang ada."
Ini adalah metodologi kanonik yang sah. Seluruh tradisi Kristen (bahkan sejak Bapa Gereja) membaca PL dalam terang PB. LTTI tidak melakukan sesuatu yang baru dalam hal ini—yang baru adalah isinya (gerakan, bukan substansi).
---
Implikasi dari Penerimaan Poin LTTI
Jika kita menerima bahwa "satu dalam gerakan, tiga dalam Pribadi" adalah pembacaan kanonik yang sah (bukan pemaksaan filsafat Yunani), maka:
1. LTTI 2.9 berhasil keluar dari kerangka ousia/hypostasis
2. Pertanyaan Yunani ("bagaimana satu substansi bisa tiga hypostasis?") digantikan dengan pertanyaan Ibrani ("bagaimana satu gerakan kasih melibatkan tiga Pribadi?")
3. Kontradiksi substansi (yang dikritik sejak awal) dihindari karena LTTI tidak pernah berbicara tentang substansi
---
Penilaian Akhir LTTI
Kriteria
- Evaluasi
Apakah LTTI menggunakan kategori Yunani (ousia/hypostasis)?
- TIDAK—ditolak eksplisit di Aks 12, 12b
Apakah LTTI menjawab pertanyaan yang tidak ada dalam Alkitab?
- TIDAK—pertanyaan "bagaimana satu gerakan kasih dalam tiga Pribadi?" lahir dari pembacaan kanonik, bukan dari filsafat
Apakah rumusan LTTI memiliki dasar alkitabiah?
- YA—setiap komponen berasal dari teks, dan keseluruhan dibaca secara kanonik
Apakah LTTI berhasil menghindari kontradiksi substansi?
- YA—karena ia tidak berbicara tentang substansi sama sekali
---
Kesimpulan
LTTI 2.9 adalah upaya yang berhasil untuk menjelaskan Trinitas dengan kerangka yang berasal dari Alkitab itu sendiri. Ia tidak meminjam kategori Yunani, tidak menjawab pertanyaan Yunani, dan tidak terjebak dalam kontradiksi substansi yang di identifikasi sejak awal.
LTTI 2.9 sebagai reformasi adalah rekonstruksi yang berhasil dari kerangka Ibrani yang sudah ada dalam teks, dibaca secara kanonik.
Komentar
Posting Komentar