Substansi dan Imanensi

Substansi dan Imanensi

Dalam definisi filsafat, substansi dan imanensi memiliki perbedaan mendasar:

· Substansi merujuk pada realitas dasar yang berdiri sendiri (independent), yang menjadi fondasi dari segala sifat atau perubahan. Substansi tidak membutuhkan hal lain untuk eksis. Contoh: dalam filsafat Aristoteles, substansi adalah entitas individual seperti manusia, pohon, atau batu. Dalam teologi, Tuhan sebagai substansi tak terbatas (Spinoza).
· Imanensi berarti "tetap berada di dalam" (dari Latin in manere). Sesuatu disebut imanen jika ia beroperasi atau hadir dari dalam sistem atau realitas itu sendiri, bukan dari luar (transenden). Contoh: gerak imanen pada benda hidup (Aristoteles), atau Tuhan yang imanen jika hadir di dalam alam semesta, bukan terpisah darinya.

Perbedaan kunci:
Substansi menunjuk pada apa yang eksis secara mandiri. Imanensi menunjuk pada cara keberadaan atau tindakan yang berasal dari dalam sesuatu. Suatu substansi bisa bersifat imanen (misalnya jiwa sebagai prinsip hidup dalam tubuh), tetapi imanen sendiri bukanlah substansi, melainkan sifat atau mode dari keberadaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kritik Metodologis Atas Trinitas Klasik

Substansi dan Trinitas tidak mungkin disatukan.

Sebagai Saksi Allah